Show all posts
Showing posts with label lesson. Show all posts

Sunday, January 25, 2015

How to Solve System of Exponential Equation Problem - Menjawab Soal Sistem Persamaan Eksponensial

Intro:
Secara khusus sih persamaan eksponensial mensyaratkan satu atau lebih aturan logaritma untuk bisa diselesaikan. Tapi dalam banyak kasus, teknik menyelesaikan sistem persamaan dan aturan-aturan eksponen harus digabungin agar bisa menyelesaikan sistem persamaan eksponensial. Memperlakukan sistem persamaan eksponen ini layaknya sistem persamaan linear juga kadang-kadang bisa membantu banget.

Kamu sudah bisa menyelesaikan sistem persamaan linear kan?
Ada satu metoda dalam menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel, yaitu menyubtitusikan suatu persamaan ke dalam persamaan yang lain. Tujuannya agar mengurangi jenis variabel yang ada di dalam persamaan sehingga lebih mudah mengerjakannya. Atau dengan metoda eliminasi, tujuannya pun sama, yaitu mengurangi jenis variabel dalam suatu persamaan linear.

Oke, sekarang kita coba saja yuk beberapa model soal dari sistem persamaan eksponensial.

Soal nomor 1:
Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan eksponensial berikut untuk \(x\) dan \(y\)!

\(\left \{ \begin{matrix} 2^{y-x}=8 & \\ 10^{x+2y}=100 & \end{matrix} \right.\)

How do we solve this problem?
I think most of you remember the law in an exponential equation. Kita lihat persamaan yang pertama:
\(2^{y-x}=8\)

Ini cukup mudah karena kedua bilangan di kedua ruas bisa kita buat agar basisnya sama yaitu \(2\). Kemudian kita sederhanakan, sehingga menjadi:
\(2^{y-x}=8\)
\(2^{y-x}=2^{3}\)

\(y-x=3\)...................(3)  nah, bentuk persamaan ini kita simpan dulu.

Sekarang kita lihat persamaan kedua, kita lakukan hal yang sama seperti pada persamaan pertama:
\(10^{x+2y}=100\)
\(10^{x+2y}=10^{2}\)

\(x+2y=2\).............(4)
Sekarang kedua persamaan yang baru kita dapat tadi (persamaan (3) dan (4)) sudah dalam bentuk persamaan linear. Berarti mudah dong mencari nilai \(x\) dan \(y\)-nya. Kita hanya tinggal mengeleminasi-subtitusinya saja. sehingga kita dapat:








Kemudian, setelah kita dapat nilai \(y=\frac{5}{3}\), mencari nilai \(x\) bisa dengan menyubtitusi nilai \(y\) ke salah satu persamaan, entah itu persamaan (3) atau persamaan (4). Kali ini saya akan menyubtitusikannya ke persamaan (3) sehingga menjadi:

\(-x+y=3\)
\(-x+\frac{5}{3}=3\)
\(-x=3 - \frac{5}{3}\)
\(-x= \frac{9-5}{3}\)
\(x= -\frac{4}{3}\)

Finally, we got the solution set (himpunan penyelesaian) : {\(\frac{5}{3},-\frac{4}{3}\)}.
-------------------------------------------------------------------------------
Soal nomor 2:
Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan eksponensial berikut untuk \(x\) dan \(y\)!
\(\left \{ \begin{matrix} 3^x \times 3^y=3 & \\ 3^x+3^y=4 & \end{matrix} \right.\)

Soal nomor 3:
Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan eksponensial berikut untuk \(x\) dan \(y\)!
\(\left \{ \begin{matrix} 5^x \times 3^y=45 & \\ 3^x \times 5^y=75 & \end{matrix} \right.\)

Soal nomor 4:
Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan eksponensial berikut untuk \(x\) dan \(y\)!
\(\left \{ \begin{matrix} 2^x \times 3^y=324 & \\ y-x=2 & \end{matrix} \right.\)

Bagaimana menyelesaikan soal nomor 2, 3 dan 4?
These problems quiet different with the number one, still using the same method, however we need to use other trick to make them look like simple linear equations.

Nah, untuk penyelesaian soal nomor 2, 3 dan 4 nanti saya posting lagi. Untuk sementara kamu bisa coba-coba dulu ya... (^.^)/

Kalau ada yang sudah dapat jawabannya boleh sharing di komentar.




P.S. 
Kamu bisa belajar dasar-dasar eksponen di postingan ini : Simple Exponential.
Jangan lupa belajar materi yang lainnya ya, seperti Notasi Sigma atau Induksi Matematika.

Kalau kamu menemukan kesalahan-kesalahan dalam pengetikan atau pengerjaan soal, silakan dikomentari biar bisa saya revisi.

P.S. [again]
We can be friends on facebook or twitter, so visit my profileNouvel Raka or @noboru26.

Friday, January 16, 2015

My Uncountable Noun Mistakes - Kesalahan Penggunaan Uncountable Noun

What is uncountable noun?
Hm, I think most of us already know about this term. An uncountable noun is a noun which has no plural form and ain't a singular noun.

So, because uncountable nouns have no singular or plural form, they can't be used with a, an, many, few, several, etc.

For example:
Furniture, music, health, happiness are uncountable nouns. So we can't say, "I got many happiness today!" Yeah, that was wrong.

And to be honest with you guys, I do some mistakes with this issue. These words below are countable nouns that I most often use wrongly as if they were countable nouns.


  1. advice
  2. equipment
  3. information
  4. training
  5. transport
  6. software
So, can we make them countable?
Nice question, isn't it?
Yes, we can. Of course we absolutely can make them countable by adding a phrase such as 'a piece of' or 'item of' before them.

You know lah, I often write, "I got an advice from my parents."
Yes, that was wrong. The correct sentence should be like this, "I got a piece of advice from my parents."


But we have to be careful since not every word can be used with 'a piece of', like I can't use 'a piece of transport', that doesn't make sense. For this word, we can use 'a method of transport'.

And I know you guys often (even always) use the word SOFTWARE as countable noun. I'm sure many people still use these kinds of sentences:
"I have a software to edit your bad photograph." -wrong
"You've bundled so many softwares into one disk." -wrong
"Yeah, he has successfully downloaded few software to help his work." -wrong
Note: to talk about an amount of software, don't say softwares  (with -s), say just software, some software, or a lot of software.


So, I hope I can remember to use them correctly. How about you? What uncountable nouns do you often use wrongly as if they were countable nouns? Share with me via the comments.
--------------------------------------------------------------------------------------------

Beneran, buat kita yang belum terbiasa dengan Bahasa Inggris, masalah simple kayak uncountable noun ini kadang bikin pusing juga.

Apa sih uncountable noun itu?
Sesuai dengan namanya uncountable noun adalah kata benda yang tidak dapat dihitung. Itu sih definisi bebas saya. Dalam Bahasa Inggris, kata benda memang dibagi dua, benda yang bisa dihitung (bisa dicacah-countable) dan yang tidak bisa dihitung.

Nah, karena uncountable noun tidak bisa dihitung atau dicacah, maka tidak bisa digunaan bersama article a yang artinya sebuah, juga tidak bisa digunakan bersama many, several dan few karena mereka hanya bisa digunakan untuk countable noun (yang bisa dihitung) saja.

Contoh kata benda yang termasuk dalam uncountable noun adalah, happiness (kebahagiaan), sadness (kesedihan) dan health (kesehatan).

Berikut ini adalah kata benda yang sering banget saya gunakan dengan keliru karena menganggapnya sebagai countable nouns. Yah, mungkin kamu juga terkadang melakukannya. Hehehe...
  • advice
  • equipment
  • information
  • training
  • transport
  • software
Advice yang bisa diartikan sebagai saran atau masukan atau nasihat termasuk yang paling sering saya gunakan dengan salah kaprah. Yah, ini karena dalam bahasa Indonesia kita sering sekali menggunakan istilah 'sebuah nasihat', 'banyak saran', 'sedikit masukan' yang langsung ditranslate menggunakan an advice, many advices, atau few advice. Padahal format itu keliru ternyata. 

Lantas, bagaimana kalau kita ingin mengatakan 'sebuah saran'. Di dalam bahasa Inggris kita mengenal frase tambahan untuk membuat uncountable noun menjadi countable. frase tersebut adalah 'item of'. 

'item of' ini banyak macamnya dan penggunaannya disesuaikan dengan kata yang mengikutinya. Ada a piece of, a glass of, a bucket of, a method of, atau yang lainnya. Dan untuk banyak kata benda abstrak yang termasuk dalam uncountable noun, kita menggunakan a piece of. 

Untuk kasus ini, kita bisa bilang, a piece of advice. Terasa panjang? Memang. Tapi maknanya tetap sama dengan sebuah nasihat. Dan karena advice ini tidak memiliki bentuk jamak (plural), maka kalau bilang banyak nasihat tidak perlu menambahkan huruf -s di belakangnya. Kita bilang saja 'some advice' atau 'a lot of advice' atau 'a little advice'.

Untuk kata transport, kita menggunakan a method of transport agar membuatnya menjadi countable noun.

Well, dari semua kata yang sering saya gunakan dengan keliru. Saya yakin baik saya maupun beberapa di antara kamu seringkali menggunakan istilah software sebagai countable noun. Padahal ternyata bukan.

Saya sering banget menulis, "I've got a software to create vector images." Harusnya yang benar adalah, "I've got a piece of software to create vector images," atau, "I've got a kind of software to create vector images."

Yah, mudah-mudahan setelah ini saya jadi lebih hati-hati menggunakan uncountable noun, dan bisa lebih jago lagi dalam berbahasa Inggris.

Bagaimana dengan kamu?
Apakah kamu juga punya beberapa kata benda (uncountable nouns) yang kadang suka lupa dianggap sebagai countable nouns? Share cerita kamu via komentar ya.

P.S.
Baca juga ya artikel saya tentang:
Type of Nouns
- 'by' and 'near' 
- Infinitive -after interrogative conjunction. 

P.S. [again]
Kalau kamu menemukan kesalahan-kesalahan dalam pengetikan, silakan dikomentari biar bisa saya revisi.

P.S. [again and again]
We can be friends on facebook or twitter, so visit my profile : Nouvel Raka or @noboru26.

Thursday, January 15, 2015

Math Solutions - Radical Form (Penyelesaian Soal Bentuk Akar)

I got some problems about math. I know these are quiet simple for some people, but I love to share this solution.

For you who are in grade 9th, you may check my answers. If you find I did any mistake, just inform me via the comments.



Ada beberapa akar pangkat dua yang perlu disederhanakan menjadi bentuk akar.


Bagaimana cara menyelesaikannya?
Ini adalah persoalan akar pangkat dua. Maka hal pertama yang harus kita pikirkan adalah, bagaimana caranya bilangan yang di dalam akar ini menjadi bilangan-bilangan yang bisa ditarik akar kuadratnya.

Now we need to find the factor which is a square number.
What is square number?
Square number atau bilangan kuadrat merupakan hasil dari perpangkatan suatu bilangan.
For examples:


 Well, numbers which are on the right side called square numbers, karena bisa kita tarik akarnya [nilai akarnya adalah bilangan yang di sebelah kiri].

Back to the problems, we have four problems here about simplifying the square root form.

Let's check the first problem. Kita punya \(\begin{equation}\sqrt{48} \end{equation}\). Berarti kita perlu mencari faktor perkalian 48. Do you remember what factor is?
Clue-nya adalah: berapa dikali berapa yang hasilnya 48.
Maka kita dapat faktor dari 48 adalah:










Kita pakai 16, why? Padahal 'kan 4 juga merupakan bilangan kuadrat. Ya, karena 16 merupakan bilangan kuadrat terbesar yang menjadi faktor 48. Sehingga akan menghasilkan bentuk yang paling sederhana.
Jadinya begini.
\(\begin{equation}\sqrt{48} = \sqrt{16 . 3} \end{equation}\)
\(\begin{equation}\Leftrightarrow  \sqrt{48} = \sqrt{16}. \sqrt{3} \Rightarrow  4 \sqrt{3}   \end{equation}\)


Now let's check the second problem. We have \(\begin{equation}\sqrt{54} \end{equation}\). 
Caranya sama seperti soal sebelumnya. Kita cari faktor dari 54 yang merupakan bilangan kuadrat.
54 = 1 . 54
54 = 2 . 27
54 = 3 . 18
54 = 6 . 9
Bilangan 9 adalah satu-satunya faktor dari 54 yang merupakan bilangan kuadrat. Maka perkalian 6 dengan 9 inilah yang kita gunakan.
Jadinya seperti ini:
\(\begin{equation}\sqrt{54} = \sqrt{9  .  6} \end{equation}\)
\(\begin{equation} \Leftrightarrow \sqrt{54} = \sqrt{9}.\sqrt{6} \Rightarrow 3 \sqrt{6} \end{equation}\)


Okay, then. We have \(\begin{equation}\sqrt{72} \end{equation}\).
Tentu sudah jago dong dengan yang ini?
\(\begin{equation}\sqrt{72} \end{equation}\)
\(\begin{equation}\sqrt{72}= \sqrt{36 . 2} \end{equation}\)
\(\begin{equation}\sqrt{72}= \sqrt{36}. \sqrt{2} \Rightarrow 6 \sqrt{2} \end{equation}\)


And for the last problem, we have \(\begin{equation}\sqrt{80} \end{equation}\).
Bagaimana dengan yang ini?
\(\begin{equation}\sqrt{80}= \sqrt{16.5} \end{equation}\)
\(\begin{equation}\sqrt{80}=\sqrt{16}. \sqrt{5} \Rightarrow 4 \sqrt{5} \end{equation}\)

Mudah bukan?




Catatan:
Ada kasus tambahan nih. Kalau misalnya soal yang kita punya adalah \(\begin{equation}5\sqrt{12} \end{equation}\), apakah sama proses penyederhanaannya?

Ya, sama.
Hanya saja yang perlu kita perhatikan di sini. \(\begin{equation}5\sqrt{12} \end{equation}\) artinya 5 dikali dengan \(\begin{equation}\sqrt{12} \end{equation}\). Maka proses penyederhanaannya menjadi seperti berikut:
\(\begin{equation}5\sqrt{12}=5 \sqrt{4.3} \end{equation}\)
\(\begin{equation}5\sqrt{12}=5 \sqrt{4} .\sqrt{3} \end{equation}\)
\(\begin{equation}5\sqrt{12}=5 .2 .\sqrt{3} \end{equation}\)
\(\begin{equation}5\sqrt{12}=10\sqrt{3} \end{equation}\)

Oke. Selamat mencoba untuk soal-soal yang kamu punya.


P.S.
Kalau kamu menemukan kesalahan-kesalahan dalam pengetikan atau pengerjaan soal, silakan dikomentari biar bisa saya revisi.

P.S. [again]
Buat kamu yang kelas 9 SMP bolehlah lihat materi basic exponential (bilangan berpangkat). Atau materi tentang bilangan rasional dan irasional. Seru loh kalau kita tahu pembuktian mengapa \(\begin{equation}\sqrt{3} \end{equation}\) merupakan bilangan irasional.

P.S. [again and again]
We can be friends on facebook or twitter, so visit my profile : Nouvel Raka or @noboru26.

Monday, January 12, 2015

Solution for Differential Equation (Euler-Cauchy)-Persamaan Diferensial Euler-Cauchy

Berikut akan saya share Persamaan Diferensial Euler-Cauchy Orde 2 homogen. Bagaimana kita mencari solusi umum dari PD jenis ini? Langsung aja dicek PDFnya ya...




Nah, kalau mau download filenya, bisa langsung ke menu yang ada di pojok kotak di samping tanda Zoom-In (Kaca pembesar dengan lambang +). Kamu akan membuka file .PDF ke jendela baru dan di sana akan kamu temukan opsi mendownload file (Save File).

P.S
Kalau kamu menemukan kesalahan-kesalahan dalam pengetikan atau pengerjaan soal, silakan dikomentari biar bisa saya revisi.

P.S. [again]
Oh ya buat kamu yang mau belajar materi Persamaan Diferensial yang lain, bisa cek disini:
1. Persamaan Diferensial Biasa Orde 2
2. Persamaan Diferensial Orde 2 Nonhomogen
3. Persamaan Diferensial Orde 1


P.S. [again and again]
We can be friends on facebook or twitter, so visit my profile : Nouvel Raka or @noboru26.

Saturday, January 10, 2015

Persamaan Diferensial Biasa Order 2

Materi yang akan saya sajikan ini adalah materi lanjutan dari Persamaan Diferensial 1. Namanya juga diferensial, berarti ya kita membicarakan soal turunan. Dan fungsi turunannya ada dalam bentuk persamaan yang harus kita cari akar-akarnya.

So for you who want to know what we will learn, let's check this out, guys!



Nah, kalau mau download filenya, bisa langsung ke menu yang ada di pojok kotak di samping tanda Zoom-In (Kaca pembesar dengan lambang +). Kamu akan membuka file .PDF ke jendela baru dan di sana akan kamu temukan opsi mendownload file (Save File).

P.S
Kalau kamu menemukan kesalahan-kesalahan dalam pengetikan atau pengerjaan soal, silakan dikomentari biar bisa saya revisi.

P.S. [again]
We can be friends on facebook or twitter, so visit my profile : Nouvel Raka or @noboru26.

Wednesday, January 7, 2015

Rational and Irrational Numbers - Bilangan Rasional dan Irasional

Okay, first of all. Rational doesn't come from something like we think. Usually we use this word to express something showing clear thought or reason. But in math, it's totally different.

Banyak yang menganggap kalau bilangan rasional adalah 'bilangan yang masuk akal', maka dengan sendirinya bilangan irasional dianggap sebagai 'bilangan yang nggak masuk akal'. Ehem, ini karena kita menganggap kata rasional bermakna "menurut pikiran dan pertimbangan yang logis". Padahal di dalam matematika bukan itu maknanya. Sama sekali bukan.

Rational comes from word 'ratio' which means the relationship between two groups or amounts, which expresses how much bigger one is than the other (Cambridge Advanced Learner's Dictionary). So in math, it's about numbers. Not about thought or ideas.

Asal kata rasional sendiri pada bilangan rasional adalah rasio yang artinya perbandingan dua jumlah.

Nah, supaya lebih jelas tentang dua hal ini, si rasional dan irasional dalam matematika, yuk dicek materinya di bawah ini. Saya juga men-share cara membuktikan bahwa suatu bilangan rasional atau irasional.

Apakah akar 2, akar 3, atau akar 7 bilangan irasional? bagaimana membuktikannya? Check this out, guys!



Nah, kalau mau download filenya, bisa langsung ke menu yang ada di pojok kotak di samping tanda Zoom-In (Kaca pembesar dengan lambang +). Kamu akan membuka file .PDF ke jendela baru dan di sana akan kamu temukan opsi mendownload file (Save File).

P.S
Kalau kamu menemukan kesalahan-kesalahan dalam pengetikan atau pengerjaan soal, silakan dikomentari biar bisa saya revisi.

Monday, January 5, 2015

Simple Exponent - Bilangan Berpangkat

Buat kamu yang kelas 9 SMP, ada materi baru di semester 2, yaitu bilangan berpangkat. Nah, kayak apa bilangan berpangkat itu?

Yuk dicek di sini!
Ayo belajar bareng!




Nah, kalau mau download filenya, bisa langsung ke menu yang ada di pojok kotak di samping tanda Zoom-In (Kaca pembesar dengan lambang +). Kamu akan membuka file .PDF ke jendela baru dan di sana akan kamu temukan opsi mendownload file (Save File).

P.S
Kalau kamu menemukan kesalahan-kesalahan dalam pengetikan atau pengerjaan soal, silakan dikomentari biar bisa saya revisi.

Mathematics Inductions - Induksi Matematika

Di dalam matematika, ada suatu cara untuk membuktikan berlakunya suatu rumus. Namanya induksi matematika. Untuk menguasai induksi matematika ini, materi dasar yang wajib banget dikuasai adalah 'aljabar'.

Iya, saya nggak bercanda. Buat kamu yang benci banget sama aljabar, buruan deh hilangin kebencian itu. Kalau memang perlu, pelajari lagi dari awal biar benar-benar memahami konsep dasar dalam aljabar. Terutama mengenai operasi hitung yang terjadi dalam aljabar.

Nah, bukan cuma aljabar sederhana saja yang harus kita kuasai supaya benar-benar nyambung dengan induksi matematika, kita juga perlu memahami beberapa hal dalam teori bilangan.

Buat yang udah nggak sabar silakan cek materi induksi matematika berikut.




Nah, kalau mau download filenya, bisa langsung ke menu yang ada di pojok kotak di samping tanda Zoom-In (Kaca pembesar dengan lambang +). Kamu akan membuka file .PDF ke jendela baru dan di sana akan kamu temukan opsi mendownload file (Save File).

P.S
Kalau kamu menemukan kesalahan-kesalahan dalam pengetikan atau pengerjaan soal, silakan dikomentari biar bisa saya revisi.

Friday, January 2, 2015

Sigma Notation - Notasi Sigma

Sekarang saya mau menjelaskan tentang notasi sigma.
Dan berhubung saya sudah ketagihan membuat materi di Microsoft Office Word kemudian diubah ke bentuk .PDF dan di-embed ke dalam blog, maka kali ini pun saya menggunakan teknik yang sama.

Hehehe...
Mohon maaf ya karena mengetik dalam format HTML tidak senyaman mengetik di dokumen biasa dalam Microsoft Office Word.

Oke langsung saja disimak mulai dari pengertian notasi sigma sampai penggunaannya dalam matematika.

P.S.
Ini materi kelas 11 SMA  yang menggunakan kurikulum 2013 (K-13) atau kelas 12 SMA yang menggunakan kurikulum KTSP (2006).



Nah, kalau mau download filenya, bisa langsung ke menu yang ada di pojok bawah di samping tanda fullscreen. Kamu akan membuka drop down menu (gak sesuai namanya-menunya keluar ke atas). Pada menu tersebut kamu tinggal pilih download a copy. Mudah kan?

Ini tampilan menunya:













P.S (Lagi)
Setelah belajar notasi sigma, kamu bisa lanjutkan dengan belajar induksi matematika. Materinya berbeda tapi ada hubungannya. Kamu bisa cek di sini:
INDUKSI MATEMATIKA


Kalau kamu menemukan kesalahan-kesalahan dalam pengetikan atau pengerjaan soal, silakan dikomentari biar bisa saya revisi.

Persamaan Diferensial 2 Ordo 2 Non Homogen

Yeay!!!
Ini edisi malas!

Saya mau bahas sedikit tentang materi Persamaan Diferensial 2, cuma karena saya malas ngetik Latex yang nggak bisa cepat (maklum belum pro), maka saya mengetiknya di Microsoft Office Word, kemudian saya ubah menjadi format .PDF dan baru memasukkannya ke blog.

Agak ribet ya kedengarannya...


Tapi buat saya jauh lebih cepat mengetik banyak persamaan matematika di Microsoft Office Word daripada menggunakan Latex di Blog.

Yuk ah, kita mulai!


 
Nah, kalau mau download filenya, bisa langsung ke menu yang ada di pojok kotak di samping tanda Zoom-In (Kaca pembesar dengan lambang +). Kamu akan membuka file .PDF ke jendela baru dan di sana akan kamu temukan opsi mendownload file (Save File).

P.S
Kalau kamu menemukan kesalahan-kesalahan dalam pengetikan atau pengerjaan soal, silakan dikomentari biar bisa saya revisi.

Friday, December 12, 2014

Persamaan Diferensial 1 (Orde 1 Variabel Terpisah)

Hmm, apa ya yang dimaksud dengan Persamaan Diferensial? Seingat saya waktu belajar jaman SMA dulu, diferensial itu adalah fungsi turunan. Kalian ingat? Kalau nggak apa-apa, saya juga rada-rada lupa sebenarnya. Hehehe.

Anggap saja kita sudah ingat kembali apa itu fungsi turunan, kalau digabung dengan kata 'persamaan', berarti kayak apa ya?

Ini nih, definisinya:

Persamaan Diferensial adalah suatu persamaan yang melibatkan satu atau lebih turunan fungsi yang belum diketahui, dan persamaan itu mungkin juga melibatkan fungsi itu sendiri atau konstanta. 
Nah, setelah tau definisinya, gimana? Udah ada gambaran? Kalau saya sih belum. Hahaha.... *Entah mengapa kata Persamaan Diferensial itu terdengar seperti gumpalan benang kusut di kepala. :x

Ah, sudahlah. Biarkan semua kekusutan di kepala saya.
Pertama kita akan membahas satu bagian dari materi Persamaan Diferensial, yaitu:


Monday, May 20, 2013

INFINITIVE - after interrogative conjunction




Hmm... quite late to post this, but I have to do it now though it's too late...

Today's lesson is about infinitive after interrogative conjunction. I read the lesson book and it showed me about this issue.

Firstly, after certain verbs, it is possible to use the interrogative conjunction how, what, who, where, when or whether with a to-infinitive.

for examples:

  • I wonder who to invite.
  • Can you tell me how to get to the station?
  • Show us what to do.
  • I don't know whether to answer his letter.
  • Ask my father where to park the car.
  • Did you find out when to pay?
The verbs are know, ask, tell, explain, show, wonder, consider, find out, understand, and others with similar meanings.

Secondly, note that it is not possible to begin a question with How to...? Who to...?

These are typical mistakes:

  1. How to tell her?
  2. Who to pay?
Instead, we say, for examples:

  1. How shall I tell her?
  2. How can I tell you?
  3. Who should I pay?
  4. Who did pay the bill?

'by' and 'near'

Picture is credited to http://ptiteouch.deviantart.com/art/letters-73769764


I opened the book, and it was page 125. I studied about by and near. What's the difference...?

In fact, by means just at the side of; something that is by you may be closer than something that is near you.

So I compared the examples:

  1. We live near the sea (perhaps five kilometers away).
  2. We live by the sea (we can see it).
Then I knew the meaning of a clause, "Please, stand by me, Dear."

So when a girl say it to me, she wants me not only standing near her, but standing by her instead (so she can see me always).

Oh, what a romantic statement!

So I made some sentences used by and near:

I live near Pekayon. Actually, my residence is by Metropolitan Mall (I can see the mall from my window). And near my residence, it's about 1 kilometer to the South, there's a laundry service corner that I always use. When I go to that laundry service corner, there's a porridge stall standing by the main road. I can see it from there.

Sunday, December 2, 2012

Ask for Description

When we ask for description of someone or something, we can use: 'what' + to be + 'like'?


  • What is your bike like?
  • What is the weather like in winter?
  • What is Indonesian food like?
We usually don't use the word 'like' in the answer, unless we are comparing two things.

  • The weather is wet and cold.
  • The weather in winter is not like rain season in your country.

Tuesday, June 12, 2012

TANGGUNG JAWAB


Sebagai pelajar kita pasti pernah dong mendapat pekerjaan rumah.  Apa yang kita lakukan dengan PR kita tersebut? Apakah kita akan menyelesaikannya atau malah membiarkannya begitu saja? Terlepas suka atau tidak, sebagai pelajar kita punya kewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru kita.  Namun bagaimana sikap kita dalam mengerjakan tugas tersebut? Apakah akan kita selesaikan dengan penuh totalitas atau malah masa bodo dengan tugas tersebut?

Seringkali kita merasa tugas sekolah diberikan hanya untuk mereka yang pintar, buat yang tidak bisa, tugas hanya akan menjadi beban terberat dalam hidup.  Oh, tidak, guruku memberi PR lagi – biasanya itu yang ada di benak kita.  Itu adalah pikiran salah, kita harus merubahnya.

Atau suatu ketika kita berjanji dengan seorang sahabat untuk hadir di sebuah acara.  Ternyata sahabat kita tidak hadir tanpa memberi alasan yang jelas.  Bagaimana perasaan kita? Apa yang ada di pikiran kita? Tentu rasanya sebal dan kesal kan ?

Nah, kita perlu pikirkan lagi ketika mendapat tugas dari guru di sekolah.  Untuk apa sih guru memberi tugas pada kita.  Tentu tujuan mereka sama sekali bukan untuk membebani kita, mereka meminta kita melakukan latihan terhadap materi bidang studi yang mereka berikan dengan tugas atau PR tersebut.  Kita juga perlu tanamkan niat baik kita bersekolah.  Apakah selama ini kita pulang pergi ke sekolah hanya untuk bertemu teman-teman atau main-main? Duh, sayang dong! segala jerih payah kita hanya untuk main-main.  Kita perlu tanamkan dalam benak kita bahwa ke sekolah merupakan sebuah jalan menuju pribadi sukses di masa depan.  Mau jadi apapun kita di masa depan nanti bergantung pada sikap dan keadaan kita sekarang.

Begitu pula dengan janji dengan orang lain.  Jika tidak kita tepati maka artinya kita tidak menghargai janji yang sudah kita buat tersebut.  Lantas untuk apa berjanji kalau hanya untuk tidak ditepati.

Di sinilah perlunya rasa tanggung jawab ada dalam diri kita agar setiap yang kita lakukan berlandaskan niat baik dan penuh totalitas.

Tanggung jawab itu sendiri bermakna mengerjakan apa yang sudah seharusnya kita kerjakan atau menepati apa yang sudah kita janjikan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh kesungguhan.  Dan tanggung jawab yang diembankan oleh sekelompok orang juga merupakan tanggung jawab setiap pribadi dalam kelompok tersebut.  Jadi tidak ada tuh istilah menyalahkan orang lain ketika sebuah kelompok tidak bisa mengerjakan kewajiban yang diberikan pada mereka, karena keberhasilan sebuah kelompok menjadi tanggung semua pihak dalam kelompok tersebut.  

Nah, yang paling utama agar kita bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab adalah perasaan ikut andil dalam sebuah kewajiban.  Artinya ketika kewajiban tersebut tidak bisa diselesaikan dengan baik maka kita harus bercermin pada diri sendiri, ternyata kita belum bisa melakukannya dengan baik dan bukan menyalahkan orang lain apalagi menyalahkan keadaan yang tidak menguntungkan.

Jadi kalau ada PR, ya kita harus menyelesaikannya dengan sungguh-sungguh karena itu merupakan bagian kewajiban kita sebagai pelajar untuk menuju sukses di masa depan.  Kalau kita cuek dan tidak perduli, maka rasanya wajar Tuhan pun tidak akan perduli pada keadaan kita di masa depan. Nah loh, sangat tidak enak kan kalau urusannya sudah sampai pada nasib buruk kita.

Atau ketika kita sudah berjanji dengan orang lain maka dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan kita harus menepatinya bahkan meskipun kita harus mendaki gunung dan menyeberangi lautan demi terpenuhinya janji tersebut.  Agak berlebihan mungkin, yah, itu hanya gambaran betapa kita harus menghargai diri kita sendiri yang terlibat dalam sebuah perjanjian.  Dengan menghargai janji yang yang sudah disepakati berarti kita juga menghargai orang lain dan diri sendiri, dan  penghargaan tertinggi atas itu semua adalah kepercayaan orang lain pada kita dan kepercayaan kita pada orang lain.  Kalau orang lain sudah percaya pada kita, maka akan ada banyak kemudahan saat berurusan dengan orang tersebut.

Oke, itu semua adalah contoh sikap bertanggung jawab bagi kita sebagai seorang pelajar.  Tentunya kita harus bisa mengaplikasikan sikap bertanggung jawab  di semua hal dalam hidup kita.  Memang tidak mudah, banyak sekali tantangannya untuk bisa bertanggung jawab secara optimal.  Tapi tenang, niat baik dan tulus serta doa dan semangat akan menjadikan setiap tanggung jawab yang kita emban bukan sebagai beban tetapi sebagai sesuatu yang harus kita lakukan demi terwujudnya masa depan gemilang.

Apalagi kalau ternyata kita ikut aktif dalam sebuah organisasi, maka aplikasi tanggung jawab mutlak dibutuhkan.  Hancurnya sebuah organisasi biasanya bersumber pada pribadi-pribadi yang tidak bertanggung jawab terhadap tugasnya di dalam organisasi tersebut.  Makanya, sebelum terjun dalam sebuah organisasi perlu kita pikirkan masak-masak apakah organisasi tersebut bisa mewakili ideologi dan aspirasi kita sehingga kita bisa merasa ikut andil dalam setiap kegiatannya dan kita merasa dibutuhkan dalam organisasi tersebut.  Koordinasi dan komunikasi yang baik dalam sebuah organisasi bisa menjadi sarana penyampaian tanggung jawab yang bagus.  Kalau komunikasi sering salah, informasi sering keliru dan koordinasi sering gagal maka sikap tanggung jawab akan menjadi berat dilakukan.

Lantas adakah trik-trik hebat untuk membiasakan diri bertanggung jawab? Ya, ada. Beberapa hal berikut ini bisa membantu kita bersikap bertanggung jawab dalam setiap kegiatan kita. 

  1. Tentukan skala prioritas.  Betul banget semua kewajiban kita harus dilaksanakan, tapi apakah bisa kita melakukannya dalam waktu bersamaan? Tentu tidak, makanya, akan lebih baik ketika kita menentukan skala prioritas hal manakah yang harus kita laksanakan terlebih dahulu.  Dan kalau sudah selesai dalam satu hal barulah kita bisa melakukan hal lain.  Misalnya, karena kita seorang pelajar berarti prioritas utama kita adalah belajar.  Jadi kalau ada janji atau kegiatan lain harus dinomorduakan setelah belajar.
  2. Fokus pada program dan penjadwalan.  Ketika kita sudah menyusun schedule, maka sudah seharusnya kita berusaha semaksimal mungkin melaksanakan semua yang sudah tertulis dalam schedule tersebut.  Melalaikan satu atau dua hal dalam schedule akan berdampak tidak fokusnya kita pada kewajiban lain dan itu artinya kita tidak bisa bertanggung jawab dengan apa yang sudah kita tetapkan. 
  3. Bersikap tegas. Ya, benar memang perlu sikap tegas agar bisa menjadi orang yang bertanggung jawab.  Ketika ada satu atau dua hal yang beresiko menggagalkan program atau kegiatan kita maka kita harus tegas menyikapinya dan bertanggung jawab sepenuhnya.  Katakan tidak pada teman yang mengajak nonton saat kita sedang belajar, katakan juga tidak saat Ibu meminta kita ikut berbelanja saat kita sedang sibuk dengan tugas sekolah.  Beri pengertian pada orang-orang di sekitar kita bahwa kita perlu bertanggung jawab.  Kita bisa katakan, “Maaf ya saya selesaikan tugas saya dulu, setelah itu saya akan ikut dengan kamu”.   
Oke, yuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab demi kesuksesan di masa depan!

Sunday, May 13, 2012

NUMBER OF NOUNS

Number of Nouns


An English noun can be singular or plural in number.


  1. Generally speaking, a singular noun becomes plural by adding 's' to is, such as persons, girls, dogs, cats, books, chairs, etc.  Many common nouns become plural in this way.
  2. But a large number of other common nouns do not form their plural number by adding 's', but by adding 'es', 'ies', or 'ves'.  Some examples are hero-heroes, church-churches, lady-ladies, city-cities, shelf-shelves, wife-wives. Other irregular methods are seen in words like man-men, tooth-teeth, child-children.
Examples:
#     He is a nice man. Have you come across nice men?

note : come across is an idiom which means meet/find by chance.

Thursday, May 10, 2012

Types of Nouns

TYPES OF NOUNS


A noun is a name for a person, animal, thing, place or idea.  There are these types of nouns: common, proper, material, collective, abstract.

1. Common Noun

Common nouns are the general names of people, animals, things and places.  Pupil, lady, hen, duck, pen, desk, etc. are common nouns.

2. Proper Noun

John, China, London, Harvard University, Reader's Digest, etc. are proper nouns, which refer to special persons, places and things. The first letter of such a noun is in capital letters.

Proper nouns include :


  • Days of the week ( Sunday, Monday, Tuesday,...)
  • Months (January, February, March, ...)
  • States (New Hampshire, Vermont, California, Indonesia, ...)
  • People (Jonathan, Ahmad, President Roosevelt, Uncle Agus, ...)
  • Institutions (Mercy Hospital, Charter Oaks School, SMP Marsudirini, ...)
  • Geographical terms (Southern Hemisphere, New England, Atlantic Ocean, Merapi Mountain,...)
  • Storms (Hurricane Ivan, Tropical Storm Beth, ...)
Example :
On Monday, I took my Aunt Indah to the Picasso Exhibit at the museum.


3.  Material Noun

Water, air, sand, sugar, flour, oil, etc. are the material things in life and they are called material nouns.

4.  Collective Noun

When a noun stands for a number of persons or things as a single unit, it is a collective noun, such as team, crowd, etc.

5.  Abstract Noun

A large number of nouns refer to qualities such as love, hatred, honesty, kindness, and conditions such as happiness, sickness.  Such nouns are abstract in nature and are therefore called abstract nouns.